Unsur Unsur Corak Kepribadian Manusia Dalam Kajian Antropologi
SUPRIYADI
Fakultas Ilmu Hukum
223300050010
Universitas Mpu Tantular Jakarta-Indonesia
Kupas Cermat Antropologi Tentang Unsur Unsur Kepribadian Manusia Bersama Serepina Tiur Maida, S.Sos, M.Pd., M.I.Kom., C.AC.,C.PS., C.STMI.
Salam Sehat Dan Sukses Selalu Buat Kita Semua !.
Assalamualaikum Wr.Wb...
Kepribadian merupakan corak perilaku dan kebiasaan yang terhimpun dalam diri individu manusia digunakan untuk bereaksi dalam penyesuaian diri terhadap seagala bentuk rangsangan baik dari luar maupun dari dalam, perasaan adalah suatu keadaan dalam bentuk kesadaran manusia ,perasaan berwujud positif ataupun negatif, perasaan antara orang yang satu dengan orang yang lain, tidaklah subjektif dan perasaan bersifat subjektif merupakan tingkatan perasaan yang paling rendah , sifat sifat subjektif terdapat unsur unsur penilaian di dalamnya ,rasa keinginan merupakan adalah tingkatan kehendak yang tinggi untuk mengharapkan pemenuhan sifat dari keinginan yang didorong kuat dalam diri seseorang untuk berusaha memenuhi emosi sehingga merupakan rasa kehendak atau keinginan kuat yang menuntut dipenuhi secara mutlak ,sedangkan Sifat dari emosi lebih kuat daripada keingingan.
Adapun terbentuknya tentang kepribadian setiap individu di pengaruhi oleh faktor biologis ,lingkungan fisik , kebudayaan ,dan pengalaman pengalaman Kepribadian yang tumbuh dan berkembang semenjak lahir sampai masa remaja yang selalu berada di lingkungan , adapun definisi kepribadian berdasarkan paradigma yang mereka yakini dan focus analisis dari teori yang mereka kembangkan dan pada dasarnya definisi dari kepribadian secara umum adalah lemah ,karena hanya menilai perilaku yang dapat diamati saja ,sedangkan ciri-ciri ini, bisa berubah tergantung pada situasi kondisi sekitarnya selain itu definisi ini disebut lemah karena sifatnya yang bersifat evaluatif Unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan perilaku tiap-tiap individu dengan susunan kepribadian yang meliputi ,Pengetahuan individu terisi dengan fantasi, pemahaman, dan konsep-konsep yang lahir dari sebuah pengamatan dan pengalaman mengenai bermacam macam perihal yang berbeda dari dalam lingkungan individu dan direkam dalam otak dan sedikit demi sedikit diungkap oleh individu dalam bentuk perilaku, kepribadian adalah seluruh sikap, perasaan dan ekspresi seseorang dalam Hal-hal yang terwujud dalam tindakan seseorang saat menghadapi situasi situasi tertentu, dan mereka cenderung akan memiliki kepribadian yang semakin matang, sedangkan kepribadian menjadi hal yang penting dalam berinteraksi mempengaruhi sikap, sampai tindakan seorang individu dalam berinteraksi,Kepribadian berperan penting, dalam berbagai pilihan sikap, sampai tindakan seorang individu,lingkungan dan pengalaman unik membentuk kepribadian seseorang,rata-rata perubahan tersebut menuju ke arah yang lebih baik dan Perubahan tidak terjadi secara langung, tetapi bertahap, adapun kepribadian seseorang tersusun atas dasar fitalitas jasmani dan rohania, di samping ada faktor temperamen, karakter,dan bakat fitalitas jasmani seseorang bergantung pada konstruksi tubuhnya yang terpengaruh oleh factor-faktor hereditas sehingga keadaanya dapat di katakan tetap atau konstan dan merupakan daya hidup yang sifatnya jasmanias, personality atau kepribadian berasal dari kata persona, kata persona merujuk pada topeng atau kedok, yaitu tutup muka yang sering dipakai oleh pemain-pemain panggung, yang maksudnya untuk menggambarkan perilaku, watak, atau pribadi seseorang. yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Zaman Romawi. Bagi bangsa Roma, “persona” berarti bagaimana seseorang tampak pada orang lain, secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya,pada dasarnya definisi dari kepribadian secara umum ini adalah lemah karena hanya menilai perilaku yang dapat diamati saja dan tidak mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri ini bisa berubah tergantung pada situasi sekitarnya selain itu definisi ini disebut lemah karena sifatnya yang bersifat evaluatif (menilai), bagaimanapun pada dasarnya kepribadian itu tidak dapat dinilai “baik” atau “buruk” karena bersifat netral.
Demikian pemahaman unsur unsur kepribadian ini kami tulis dan sampaikan sebagai bahan pembelajaran dan evaluasi selaku,"Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular Jakarta, " dan apabila ada tulisan kata yang salah serta uraian yang kurang berkenan mohon kiranya diarahkan untuk perbaikan terima kasih.
Tks sudah berbagi materi . salam
BalasHapusMaksh kembali buat Bu Dosen Atas Bimbingan dan arahannya 🙏Sukses dan sehat terus untuk ibu
Hapus