Beragam Cerita Mitos Muara Sungai Cisadane

Sungai Cisadane memiliki mata air di Gunung Kendeng dan umumnya hulu sungai ini berada di lereng Gunung Pangrango dengan beberapa anak sungai yang berawal di Gunung Salak, melintas di sisi barat Kabupaten Bogor, terus ke arah Kabupaten Tangerang dan bermuara di sekitar Tanjung Burung Kecamatan Teluknaga Tangerang Banten Indonesia, dengan beraneka ragam mitos keberadaan alam gaib yang berada di sekitar aliran sungai di wilayah kecamatan Teluknaga
Sungai Cisadane ini terbentang dari Bogor hingga ke Tangerang konon legendanya Sungai Cisadane dipercaya sebagai sungai suci dari Kerajaan Pajajaran, legendanya sebelum disebut Cisadane sungai ini dulu bernama sadane kata sadane dalam bahasa Sansekerta berarti istana kerajaan, istana kerajaan yang dimaksud merupakan kerajaan Pajajaran,kata sadane juga berasal dari kata sadanaya mengandung arti Jalan kebijaksanaan, konon legendanya Kerajaan Pajajaran sangat menghormati air sungai dari gunung sebagai sarana untuk membersihkan diri menuju Jalan kebijaksanaan,menurut cerita kata sadane juga berasal dari kata sadanaya mengandung arti Jalan kebijaksanaan, konon Kerajaan Pajajaran sangat menghormati air sungai dari gunung sebagai sarana untuk membersihkan diri menuju Jalan kebijaksanaan,mengalir bersih dan menjadi sungai suci bagi masyarakat Hindu Kerajaan Pajajaran.


Kisah antara mitos dan fakta dengan beragam cerita kita mulai kupas cerita sejarah mitos penguasa muara sungai Cisadane yang terbentang dari Pintu air 10 sampai hulu muara Cisadane, singkat cerita menurut sumber sebut saja ki" Gempar salah satu asli masyarakat yang rumahnya persis di pinggir sungai Cisadane berjarak 100 meter dari sungai Cisadane , awal kisah  pada suatu hari di umur 10 tahun antar sadar dan tidak terbawa kedasar gaib sungai Cisadane , "Kerajaan Mahluk Gaib Dibawah Dasar Sungai" dan dipertemukan oleh Ratu Bernama Nyai Rumpin atau ( Nyai Dewi  Mayang Sari ) Penguasa Muara sungai Cisadane Yang Mempunyai Tiga Orang Putra Dan Putri Bernama" Buntung Ireng ,Buyana Dan Buyati ,"mereka Berwujud Buaya yang ditugaskan menjaga daerah disepanjang sungai cisadane,mitos keberadaan penunggu sungai muara Cisadane sering kerap terjadi ,dengan beraneka ragam kejadian salah satunya  di tahun sekitaran 2005 ,adanya sumber sumber luapan didasar bawah jembatan kali baru dan sekitar, adapun pandangan spritual telah terjadi acara besar dalam dunia kasar mata penguasa sungai muara Cisadane, Kerajaan alah gaib  menurut cerita berada tepat di bawah jembatan kali dari sebarang wilayah Pakuhaji dan Teluknaga yang dahulu kala sebagai tempat berkumpulnya mahluk gaib lautan " adapun cerita lainnya diluar nalar  sisi keberadaan nyai Dewi Mayang Sari " menurut kasat mata ahli supranatural keberadaannya berpindah pindah dan berbeda wujud berbentuk berbadan gajah dan berkepala manusia putri cantik yang di kelilingi oleh para buaya d mahluk lainnya yang berada di muara sungai Cisadane yang terbentang sampai ke laut yang begitu banyak mitos mitos keberadaan mahluk halus adapun sumber lainnya dimasa itu terkait dengan keberadaan penguasa laut" baik selatan dan Utara serta para ulama ulama terdahulu saling membuat aturan baik dari mahluk gaib maupun dan tokoh tokoh ulama sakti masing asing mempunyai garis kekuasaan , kisah legenda tokoh ulama sakti dahulu kala, hasil dari kesepakatan para wali memutuskan adanya tapal batas manusia dan siluman yang masing masing di jaga oleh masing masing perwakilian salah satunya perwakilan para wali yang ditugaskan menjaga batas bibir pantai sungai muara Cisadane yang sampai saat ini cerita mitos tersebut masih ada dan melegenda yaitu tapal batas (Keramat Tunggak)Yang Dijaga Oleh Kiayi Teja Sentanu.

Seiring cerita lain tentang asal mula kecamatan Teluknaga berasal dari sejarah jaman dahulu ,mana kala banyaknya masyarakat Tionghoa yang berlayar dengan memakai perahu naga dan bersandar di daerah tanjung burung tanjung pasir,muara yang mana jaman itu banyak dari warga Tionghoa dengan membawa perahu naga dan hartanya melarikan diri beserta keluarga dalam peperangan dan bersandar di sepanjang pesisir sungai Cisadane dan konon cerita harta harta benda" mereka setelah masuk daratan di sepanjang sungai sengaja mereka sembunyikan dengan menanam di dalam tanah dengan di tandai " Pohon Asam",dan sampai saat ini menjadi dongeng cerita sejarah masyarakat sepanjang bantaran sungai Cisadane.


Nama Kecamatan Teluknaga dikait kaitkan dengan penguasa sungai muara Cisadane dikisahkan pada saat pelarian peduduk Tionghoa "salah satunya kapal perahu naga yang bersandar di sungai Cisadane" alkisah pada saat ada sebuah kapal masuk ada seorang putri Tionghoa melihat seekor buaya buntung yang terjepit rakit bambu , bertepatan sebuah kopal naga sedang mencari arah masuk sungai melalui muara sungai " isi penumpang perahu terdiri dari satu keluarga salah satunya sebut  saja namanya " Putri Oung Tien " tibalah saat perahu naga melewati setumpuk rakit bambu dan ada teriakan dari  Adik Sang Putri bahwa ada hewan terjepit di himpit rakit bambu dengan seketika putri itu tanpa berpikir panjang mengarahkan nahkoda kapal menghampiri rakit dan membantu menariknya Silangan rakit yang menjepit  sehingga terlepas buaya itu dari rakit yang menjepitnya, akhirnya sang buaya Jelmaan  Ki"buntung Ireng bebas kembali , waktu bergulir malam kapal bersandar untuk istrihat para isi kapal termasuk putri OengTien diapun tertidur lelap di geladak kapal, dan bermimpi ada seorang pria datang dari pinggir kali memakai hitam hitam dan menjumpainya untuk berterima kasih ,atas bantuan sang putri " dan dia mengenalkan namanya Kibuntung Ireng Slah satu penghuni alam gaib muara Cisadane, pria itu pun mengucapkan janji " apabila ada yg menolongnya dalam kesusahan nya waktu itu maka apabila dia sesama mahluk sejenis akan dijadikan saudara dan apabila dari manusia akan dijadikan menjadi sahabatnya " setelah itu sosok pria hitam itu pergi dan menghilang loncat ke dalam sungai ,sehingga putri Tionghoa terbangun, keesokan paginya mulai lah siap siap nahkoda kapal dan keluarga Oeng Tien mau melakukan pencarian tempat singgah kembali akan tetapi ada perihal  yang saat itu terjadi mesin kapal tiba tiba  mati dan semua penumpang mulai panik karena waktu itu arus sungai sudah terlihat keruh dan deras bertanda ada kiriman air dari hilir "dengan kecemasan semua penumpang akhirnya putri Oeng Tien teringat akan mimpinya dan tanpa sengaja di berucap "mita pertolongan " ajaib bermunculan buaya buaya besar menghampiri kapal dan  mendorong dan sampai lah ke daerah pinggir sungai yang di sebut kampung kandang Genteng ,_setelah sampai buaya berwujud manusia dan berkata apabila putri Tionghoa ( Oung Tien)  itu ada kesusahan maka Ki "Buntung Ireng akan membantunya dan semenjak itu hubungan manusia dan penunggu alam gaib sungai Cisadane menjadi baik " sampai anak cucunya, dan bukan itu saja ada dua orang masyarakat juga yang dijadikan sahabat oleh mahluk gaib penguasa muara sungai Cisadane Ki" Miin Dan Ki"Usin, dan menurut cerita apabila masyarakat sepanjang muara sungai Cisadane ada yang menyelenggarakan pesta pernikahan , maka  ada semacam sesajian berupa telur, terasi, sirup, rokok cerutu , yang di hanyut kan ke sungai dan pernah juga ada cerita pada saat mensyarakat menyelenggarakan pesta pernah hadir sekelompok pria memakai hitam hitam menghadiri acara di maksut, beragam Cerita Mitos Penguasa Muara Sungai Cisadane, Persahabatan antara manusia dan mahluk gaib yang disebut  ( Kuncen Penghubung ) dan konon cerita para Cucu  Cicit mereka lah "yang selalu menjadi pewaris pemimpin di sebuah kampung kampung yang mereka diami di sepanjang muara Cisadane.

Adapun keberadaan Nyai Dewi Mayang Sari ,Berpindah pindah akan tetapi sejatinya dia sebagai penjaga Pintu masuk perbatasan antara laut dan sungai berdiri denga sorot mata tajam nan anggun mengawasi memegang tongkat Dengan di kelilingi buaya dan dihadapannya terdapat sebuah peti  yang berisi mahkota dan sepasang tusuk konde ,konon misterinya apabila waktunya tiba dia akan memakai kembali pakaian dan mahkotanya apabila tugas nya selesai dan kembali kelautan bebas dan mitosnya bila beliau kembali kelautan bebas akan ada bencana daratan berubah menjadi lautan."Allahualam BiSoaf.........



👉"https://youtu.be/E40a54SnqvU






Komentar

  1. Cerita cukup bagus.. Pi pemilihan kosa kata kadang kurang dimengerti.. Sumber( nara sumber) cerita jg klo bisa lebih banyak lg.. Ya cukup lah

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan Ilmu Ekonomi Dan Antropologi

Unsur Unsur Integrasi Kebudayaan Dan Pergeseran Kebudayaan Di Era Globalisasi Dalam Sudut Pandang Antropologi.